Banjir Gadget pada Anak, LPPM Dorong Perubahan dari Screen Time ke Smart Time

Samarinda, 14 April 2026 — Di tengah meningkatnya penggunaan gadget pada anak usia dini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar Kuliah Umum Literasi Digital bertajuk “Screen Time vs Smart Time: Strategi Bijak Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini”. Kegiatan ini menjadi respons nyata terhadap kekhawatiran masyarakat akan dampak penggunaan teknologi yang tidak terkontrol pada perkembangan anak.

Digelar secara daring pada Selasa (14/4) pukul 14.00–16.00 WITA, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, tenaga pendidik, hingga masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi sepanjang kegiatan berlangsung.

Dua narasumber dihadirkan dalam kuliah umum ini, yakni Nor Izatil Hasanah, S.Pd., M.Pd., Dosen UIN Antasari Banjarmasin, serta Dr. Hanita, S.Pd., M.Pd., Dosen Universitas Widyagama Mahakam Samarinda. Kegiatan dipandu oleh moderator Risa Yuniansha yang mengarahkan diskusi secara komunikatif dan interaktif.

Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa persoalan utama bukan lagi sekadar lamanya anak menggunakan gadget (screen time), melainkan bagaimana penggunaan tersebut dapat diarahkan menjadi lebih berkualitas (smart time). Anak tidak cukup hanya “dibatasi”, tetapi perlu “dibimbing” agar mampu memanfaatkan teknologi secara edukatif dan produktif.

“Gadget bukan untuk dijauhkan sepenuhnya dari anak, tetapi harus dikelola dengan bijak agar memberikan manfaat,” menjadi salah satu penekanan penting dalam diskusi tersebut.

Lebih lanjut, narasumber menyoroti peran krusial orang tua dan pendidik dalam mengawal penggunaan gadget. Mulai dari pemilihan konten yang sesuai usia, pengaturan durasi penggunaan, hingga penciptaan keseimbangan antara aktivitas digital dan interaksi sosial di dunia nyata menjadi langkah strategis yang perlu diterapkan.

Sesi diskusi berlangsung hidup dengan berbagai pertanyaan yang mencerminkan realitas di lapangan, seperti kesulitan orang tua dalam membatasi penggunaan gadget, hingga tantangan menghadirkan alternatif aktivitas yang lebih menarik bagi anak.

Melalui kegiatan ini, LPPM mendorong terbangunnya kesadaran kolektif bahwa literasi digital tidak hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga tentang kebijaksanaan dalam mengelolanya. Transformasi dari screen time ke smart time diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat di era digital.

Ke depan, LPPM menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang edukatif yang responsif terhadap isu-isu aktual, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan masyarakat di era transformasi digital.