
Samarinda – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda pertama kali menyelenggarakan UWGM Inspire Talks 2026 sebagai forum ilmiah yang menghadirkan berbagai gagasan strategis untuk mendukung pembangunan daerah. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 27 Juni 2026 ini mengangkat tema “Sinergi Kesehatan Lingkungan dan Ecopreneurship: Pendekatan Adaptif dan Kolaboratif Menuju Pembangunan Daerah Berkelanjutan.” Seminar menghadirkan Iwan Harwidian Maharisma, S.PI., M.Si , dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UWGM, sebagai narasumber yang membagikan pandangan mengenai pentingnya kesehatan lingkungan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan yang berkelanjutan.
Webinar ini diikuti oleh 92 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, meliputi dosen, mahasiswa, DLH dan pemerhati lingkungan. Dan juga, dipandu oleh Nordianiwati, S.K.M., M.Kes. selaku MC sekaligus moderator. Beliau menjabat sebagai Ketua Balai Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LPPM UWGM serta dosen FKM UWGM yang mengarahkan seluruh rangkaian acara secara komunikatif dan dinamis.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa berbagai tantangan kesehatan lingkungan semakin kompleks seiring meningkatnya urbanisasi, pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, pencemaran lingkungan, serta meningkatnya volume sampah. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat dan menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bersama. Oleh karena itu, pembangunan berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu menjaga keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan kesehatan masyarakat.


Materi webinar juga mengulas pilar-pilar utama kesehatan lingkungan yang meliputi sanitasi aman, penyediaan air minum yang layak, pengelolaan sampah berkelanjutan, pengendalian pencemaran lingkungan, serta adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim. Menurut narasumber, upaya tersebut perlu diterapkan secara terintegrasi agar mampu menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.
Salah satu konsep yang menjadi fokus pembahasan adalah ecopreneurship, yaitu pendekatan kewirausahaan yang mengintegrasikan keuntungan ekonomi dengan pelestarian lingkungan. Konsep ini mendorong lahirnya inovasi berbasis ekonomi hijau melalui pengembangan usaha yang memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan. Contoh implementasi yang disampaikan antara lain pengembangan bank sampah, pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi, budidaya maggot sebagai pakan ternak, pemanfaatan biogas desa, hingga urban farming. Berbagai contoh tersebut menunjukkan bahwa permasalahan lingkungan dapat diubah menjadi peluang usaha yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.


Selain inovasi, narasumber menekankan pentingnya penerapan pendekatan adaptif dan kolaboratif dalam pembangunan kesehatan lingkungan. Pendekatan adaptif diwujudkan melalui pemanfaatan data, teknologi, dan inovasi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan lingkungan serta memperkuat upaya pencegahan terhadap berbagai risiko kesehatan. Sementara itu, pendekatan kolaboratif menempatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi profesi, dan masyarakat sebagai mitra strategis yang memiliki peran masing-masing dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menghasilkan kebijakan, program, dan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan secara komprehensif.
Melalui penyelenggaraan UWGM Inspire Talks 2026, LPPM UWGM Samarinda terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang diskusi ilmiah yang relevan dengan isu-isu pembangunan nasional maupun daerah. Forum ini tidak hanya menjadi media berbagi pengetahuan dan hasil kajian akademik, tetapi juga mendorong lahirnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan solusi yang aplikatif bagi masyarakat. Diharapkan, gagasan mengenai kesehatan lingkungan, ecopreneurship, serta pendekatan adaptif dan kolaboratif yang disampaikan dalam webinar ini dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan daerah yang lebih sehat, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Sumber:
LPPM UWGM