Dosen dan Mahasiswa UWGM Samarinda Tampilkan Inovasi Pembelajaran Berbasis AI dan Digital Storytelling pada MISELT 2026

Samarinda, 07 Mei 2026 — Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan akademik dan internasionalisasi pendidikan melalui partisipasi aktif dosen dan mahasiswa pada kegiatan The 3rd Mahakam International Seminar in ELT (MISELT) 2026 yang diselenggarakan oleh TEFLIN Wilayah Kalimantan Timur pada Kamis, 07 Mei 2026 secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan seminar internasional tersebut mengangkat tema “Artificial Intelligence and Digital Pedagogies in Multicultural English Language Teaching”, yang berfokus pada perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), transformasi pedagogi digital, serta implementasinya dalam pembelajaran bahasa Inggris di era global dan multikultural. Seminar ini diikuti oleh akademisi, peneliti, dosen, guru, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun luar negeri.

MISELT 2026 menjadi wadah akademik yang mempertemukan berbagai pemikiran, penelitian, dan inovasi pembelajaran bahasa Inggris berbasis teknologi digital. Selain menghadirkan keynote speaker internasional Donne Jone Panizales Sodusta, Ph.D., dari Division of Professional Education, University of the Philippines Visayas, seminar ini juga memberikan ruang kepada dosen dan mahasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitian dan gagasan ilmiah melalui sesi parallel session berdasarkan institusi masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UWGM Samarinda turut ambil bagian dalam parallel session yang berlangsung di breakout room Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. Dalam sesi tersebut, sivitas akademika UWGM mempresentasikan dua karya ilmiah yang relevan dengan isu perkembangan teknologi digital dan inovasi pembelajaran bahasa Inggris.

Presentasi pertama disampaikan oleh:

  1. Dr. Ariyanti, S.Pd.I., M.Pd. selaku dosen,
  2. Agnes Veronika selaku mahasiswa,

dengan judul:
“AI Chatbots and Academic Writing in Higher Education: Student Perceptions and Usage Across Gender and Academic Level.”

Penelitian ini membahas pemanfaatan AI chatbot dalam mendukung kemampuan academic writing mahasiswa di perguruan tinggi. Materi yang dipresentasikan menyoroti bagaimana teknologi AI kini mulai menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran, khususnya dalam membantu mahasiswa menyusun tulisan akademik secara lebih efektif dan efisien. Selain itu, penelitian tersebut juga mengkaji persepsi mahasiswa terhadap penggunaan AI chatbot berdasarkan gender dan tingkat akademik, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai pola penggunaan teknologi AI di lingkungan pendidikan tinggi.

Dalam presentasinya, Dr. Ariyanti dan Agnes Veronika menjelaskan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan telah membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, terutama dalam meningkatkan keterampilan menulis akademik mahasiswa. Namun demikian, penggunaan AI dalam pembelajaran juga memerlukan pengawasan dan literasi digital yang baik agar teknologi dimanfaatkan secara etis, kritis, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, presentasi kedua disampaikan oleh:

  1. Sukaena, S.Pd., M.Pd. selaku dosen,
  2. Yasmin Aulia selaku mahasiswa,

dengan judul:
“Digital Storytelling in the EFL Classroom: Challenges and Opportunities for Teaching Young Learners.”

Penelitian tersebut mengangkat penggunaan digital storytelling sebagai salah satu inovasi media pembelajaran kreatif dalam kelas EFL (English as a Foreign Language), khususnya bagi peserta didik usia dini. Dalam pemaparannya, Sukaena dan Yasmin Aulia menjelaskan bahwa digital storytelling mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran bahasa Inggris melalui kombinasi visual, audio, teks, dan narasi interaktif.

Selain membahas peluang penggunaan digital storytelling dalam meningkatkan kreativitas dan motivasi belajar siswa, penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai tantangan dalam implementasinya, seperti keterbatasan teknologi, kesiapan tenaga pendidik, serta kebutuhan penguasaan media digital dalam proses pembelajaran.

Partisipasi dosen dan mahasiswa UWGM Samarinda dalam seminar internasional ini menjadi salah satu bentuk nyata penguatan budaya akademik dan penelitian di lingkungan universitas. Keterlibatan mahasiswa bersama dosen dalam forum ilmiah internasional juga menunjukkan adanya kolaborasi akademik yang positif dalam pengembangan kompetensi penelitian, publikasi ilmiah, serta kemampuan presentasi akademik di tingkat internasional.

Selain itu, keikutsertaan UWGM Samarinda pada MISELT 2026 mencerminkan komitmen institusi dalam mendukung implementasi transformasi digital di dunia pendidikan tinggi. Tema-tema penelitian yang diangkat oleh dosen dan mahasiswa UWGM menunjukkan perhatian terhadap isu-isu aktual dalam pembelajaran bahasa Inggris, khususnya terkait pemanfaatan AI, media digital, dan inovasi pedagogi di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0.

Melalui forum internasional seperti MISELT 2026, diharapkan sivitas akademika UWGM Samarinda dapat terus memperluas jejaring akademik, meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, serta menghasilkan inovasi pembelajaran yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan bahasa Inggris di Indonesia.

Partisipasi aktif dalam kegiatan ilmiah internasional juga diharapkan menjadi motivasi bagi dosen dan mahasiswa untuk terus mengembangkan budaya riset, meningkatkan daya saing akademik, dan memperkuat eksistensi Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda di tingkat nasional maupun internasional.

Sumber:

Sistem Informasi LPPM UWGM