
Yogyakarta – Dalam rangka memperkuat tata kelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda (UWGM) melaksanakan kegiatan benchmarking sistem dan standar operasional pengelolaan Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) ke Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta pada 4–8 Februari 2026.
Kegiatan benchmarking ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya strategis LPPM UWGM dalam meningkatkan kualitas pengelolaan kekayaan intelektual sebagai luaran Tridarma Perguruan Tinggi. Pengelolaan HKI yang optimal memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, peningkatan mutu akreditasi institusi, serta penguatan daya saing universitas.
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta dipilih sebagai mitra benchmarking karena dinilai memiliki praktik pengelolaan Sentra HKI yang telah berjalan dengan baik dan terintegrasi dengan kebijakan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Dalam kegiatan ini, Ir. Ahmad Janan Febrianto, M.Eng, selaku Inventor Paten dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, menyampaikan pemaparan dan diskusi teknis terkait sistem pengelolaan Sentra HKI yang diterapkan di lingkungan UST.
Selama pelaksanaan kegiatan, tim LPPM UWGM mengikuti rangkaian diskusi terarah, pemaparan materi, dan observasi langsung yang dipandu oleh narasumber. Materi yang dibahas meliputi tata kelola kelembagaan Sentra HKI, penyusunan dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) layanan HKI, strategi peningkatan literasi paten bagi dosen dan peneliti, proses penyusunan dokumen paten (drafting), pemilihan kategori paten, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung layanan HKI yang efektif dan efisien.
Melalui pemaparan narasumber, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai pentingnya pengelolaan HKI yang terstruktur dan berkelanjutan. Selain itu, disampaikan pula pengalaman praktis dalam pendampingan pendaftaran paten, mulai dari identifikasi invensi, penyusunan dokumen paten, hingga strategi peningkatan jumlah luaran paten di perguruan tinggi.
Hasil dari kegiatan benchmarking ini memberikan penguatan baik dari sisi konseptual maupun teknis bagi LPPM UWGM, khususnya dalam mempersiapkan sistem pengelolaan dan pendampingan paten yang lebih terarah. Sebagai tindak lanjut konkret, LPPM Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda telah mendaftarkan diri pada program pelatihan paten yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan layanan Sentra HKI di lingkungan UWGM.
Melalui kegiatan benchmarking ini, LPPM UWGM berharap hasil pembelajaran dan praktik baik yang diperoleh dapat diadaptasi dan diimplementasikan secara bertahap dalam pengembangan sistem dan standar operasional pengelolaan Sentra HKI. Ke depan, penguatan Sentra HKI diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas luaran kekayaan intelektual serta memperkuat peran Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda sebagai perguruan tinggi yang inovatif dan berdaya saing.
